Selasa, 26 Februari 2013

PUASA HARI SENIN DAN KAMIS



Puasa Senin dan Kamis merupakan puasa yang paling sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah,
"Bahwasanya Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak berpuasa pada hari Senin dan Kamis

Tata Cara Puasa Senin Kamis
Banyak dari kita menyangka bahwa puasa senin dan kamis harus di lakukan pada dua-duanya. sehingga ketika telah berpuasa senin dan tertinggal pada hari kamisnya, berpikiran bahwa puasanya tidak sah. Cara puasa senin kamis yaitu seperti puasa sunnah pada umumnya. dan perlu kita ketahui bahwa hari senin  mempunyai amalan tersendiri, dan hari kamis juga mempunyai amalan tersendiri.
Niat Puasa Sunnah Senin – Kamis :
·         Niat puasa hari senin
نويت صوم يوم الاثنين سنة لله تعالى  

Saya niat puasa Hari Senin  Sunnah karena Allah ta’ala.”

·        Niat puasa hari kamis
 نويت صوم يوم الخميس  سنة لله تعالى
 “ Saya niat puasa hari Kamis, Sunnah karena Allah ta’ala."

MANFAAT PUASA HARI SENIN DAN KAMIS
Puasa pada hari senin dan kamis memberi banyak manfaat bagi kita baik dalam segi fisik,akal fikiran dan jiwa.Dan manfaat itu diantaranya ialah
1.Mensucikan jiwa dari sifat dusta dan perkataan kotor
 2.Mampu untuk mengendalikan diri sendiri
 3.Detoksifikasi racun dalam tubuh
4.Memberi waktu istirahat untuk organ pencernaan
5.Menurunkan tekanan darah
6.Menurunkan kadar lemak (kolesterol)
7.Menghambat proses penuaan (awet muda)
8.Memperindah dan mempercantik kaum wanita secara alami
9.Menenangkan jiwa dan perasaan
10.Menimbulkan rasa solidaritas terhadap kaum miskin

Puasa adalah ibadah yang lazim dilakukan manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini bisa dilihat dari catatan sejarah yang ada. Sebagian manusia pada zaman dahulu mempraktikkan puasa sebagai ritual yang dipercaya untuk memberikan kesehatan bahkan keabadian.

Inilah beberapa keutamaan dan keberkahan berpuasa pada hari Senin dan Kamis:
·         Pintu-pintu surga di buka pada dua hari tersebut, yaitu hari Senin dan Kamis. Pada saat inilah dosa orang-orang mukmin diampuni, kecuali dosa orang mukmin yang sedang bermusuhan.
·         Keutamaan hari Senin dan Kamis yang lainnya, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam sangat antusias berpuasa pada kedua hari ini.
·         Keutamaan lain yang dimiliki hari Kamis, bahwa kebanyakan perjalanan (safar) Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam terjadi pada hari Kamis ini.
·         Puasa pada hari senin dan kamis melatih kita secara teratur untuk menghindarkan diri dari perbuatan dosa
·         Ketika puasa kita membutuhkan kesabaran maka barangsiapa yang berpuasa ia akan mendapatkan pahala tiada batas

Semoga kita  diberi kemauan dan kemampuan untuk puasa sunnah senin dan kamis karena ittiba kepada Rasulullah SAW dan semoga kita diberi keberkahan dari amal-amal yang telah dilakukan serta mendapat ampunan Allah .





Minggu, 10 Februari 2013

PUASA ‘ASSYURA



 Sejarah disyariatkannya Puasa ‘Assyura



Puasa ‘Assyura tidak begitu saja disyariatkan seperti sekarang ini namun terdiri dari beberapa tahapan. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Ibnu Rojab bahwa Puasa ’Assyura yang dilakukan oleh Nabi SAW terdiri dari 4 keadaan yaitu:
1.       Nabi SAW berpuasa ketika berada di Makkah tapi beliau tidak memerintahkan umat muslim untuk  berpuasa
2.       Ketika tiba di Madinah Nabi SAW melihat Ahlul Kitab sedang berpuasa dan mengagungkan hari tersebut.Kemudian beliau ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan mereka  dalam perkara yang tidak diperintahkan baginya.Lalu beliau memerintahkan kepada  kaum muslimin untuk melakukan puasa pada hari Assyura
3.       Ketika diwajibkannya puasa Ramadhan, Nabi SAW mengatakan bahwa siapa yang ingin berpuasa maka berpuasalah dan jika tidak ingin berpuasa .
4.       Di akhir umurnya, Nabi SAW bertekad untuk menambah puasa pada hari ke-9 bulan Muharram untuk memberi selisih kepada ahlul kitab.

Pengertian Puasa ‘Assyura
Puasa Assyura ialah puasa yang dilakukan pada hari ke-10 pada bulan Muharram dan Tasyu’a pada hari ke-9.Dikatakan juga hari Assyura adalah pada hari kesembilan sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang artinya :
Apabila
usia ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada hari kesembilan”

Kita diperintahkan untuk memberi selisih pada puasa assyura dengan puasa sebelumnya yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharram agar membedakan antara kaum muslim dengan kaum yahudi, karena mereka juga melakukan ibadah puasa assyura.

Cara berpuasa pada Hari ‘Assyura
Secara umum puasa‘Assyura dapat dilakukan dengan beberapa cara dalam pelaksanaannya,diantaranya ialah
1.       Berpuasa selama 3 hari yaitu pada 9, 10 dan 11 Muharram.
2.       Berpuasa pada 9 dan 10 Muharram
3.       Berpuasa selama 2 hari yaitu pada 9 dan 10 Muharram atau pada 10 dan 11 Muharram
4.       Berpuasa pada 10 Muharram saja

Keutamaan Puasa ‘Assyura
1.       Wujud syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman dari kejahatan orang-orang kafir, yaitu diselamatkannya Nabi Musa dan Harun ‘alaihimas salam bersama Bani Israil dari kejahatan raja Fir’aun dan bala tentaranya.
2.       Meneladani Nabi Musa, Harun dan Muhammad ‘alaihimus shalatu was salam, yang berpuasa pada hari ‘Asyura.
3.       Meneladani para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang melakukan puasa ‘Asyura, bahkan melatih anak-anak mereka untuk melakukan puasa ‘Assyura.
4.       Menghapuskan dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya, selama kesyirikan dan dosa-dosa besar dijauhi.
5.       Puasa ‘Assyura merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan

Sudahlah kita ketahui bahwa puasa ‘Assyura sangatlah bermanfaat bagi siapapun yang sadar bahwa dirinya tidak luput dari dosa dan kesalahan. Tentu bagi setiap orang yang bertaqwa akan gemar memohon ampunan Allah. Sebab itulah Allah menyediakan bagi orang-orang bertaqwa, yaitu ampunan dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

 Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini

PUASA TASYU'A

PUASA SUNNAH SYABAN


Puasa tasyu’a ialah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 muharram. Dan tasyu’a berasal dari bahasa Arab tis’ah yang berarti sembilan. Pada tanggal ini kita dianjurkan untuk berpuasa yang bertujuan untuk mengiringi puasa ‘Assyura pada tanggal 10 Muharram agar tidak menyamai puasanya orang yahudi yang berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, beliau berkata, “Ketika Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa padanya, mereka menyampaikan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani.’ Lalu beliau Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sudah wafat.” (HR. Muslim, no. 1916)

Pelajaran yang dapat kita ambil dari riwayat diatas ialah:
1.       Tujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Tasyu’a ialah untuk menunjukkan sikap yang berbeda dengan kaum Yahudi. Karena beliau sangat berantusias untuk memboikot semua perilaku mereka.
2.       Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum sempat melaksanakan puasa ini. Tetapi beliau sudah merencanakannya.Sebagian ulama mengatakan jika ibadah semacam ini disebut dengan istilah sunnah hammiyah yaitu sunnah yang baru dicita-citakan, namun belum terealisasikan sampai beliau meninggal.
3.       Fungsi puasa tasyu’a ialah untuk mengiringi puasa assyura. Sehingga tidak benar jika ada seorang muslim yang hanya berpuasa tasyu’a saja namun harus digabung dengan puasaassyura pada tanggal 10 besoknya.

Niat Puasa Tasyu’a
Nawaitus Shauma fi yaumi tasyu'a sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada hari tasyu'a karena Allah Ta'ala

 Tujuan Puasa Tasyu’a
1.      Tujuannya agar membedakan dengan orang-orang yahudi yang hanya puasa pada hari kesepuluh atau ‘assyura. Ibnu Abbas rodhiyallohu 'anhu mengatakan:

Berbedalah kalian semua dengan (apa yang dikerjakan oleh) orang-orang yahudi, dan puasalah pada hari kesembilan dan kesepuluh (dari bulan muharrom)". ( Mushonnaf Abdurroziq, no.7839).
Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam "Fathul Bari" menerangkan bahwa Rasululloh lebih senang mengikuti apa yang dikerjakan oleh orang-orang ahlu kitab yaitu orang nasrani dan yahudi dalam hal-hal yang tidak diperintahkan, terlebih lagi jika hal tersebut berbeda dengan apa yang dikerjakan para penyembah berhala. tetapi semenjak nabi menaklukkan kota makkah dan agama islam semakin semarak beliau tidak lagi senang mengikuti ahlu kitab, sebaliknya beliau senang jika mengerjakan hal yang berbeda dengan yang mereka kerjakan.
2.      Tujuan puasa tasyu'a ialah supaya puasa assyuro' tidak dikerjakan secara tersendiri, sebagaimana puasa pada hari jum'at yang dilarang untuk dikerjakan tanpa mengerjakan puasa sebelum atau sesudahnya.
3.      Tujuannya untuk bersikap kehati-hatian dalam pelaksanaan puasa ‘Assyura, dikhawatirkan hilal berkurang sehingga terjadi kesalahan dalam menetapkan hitungan, hari ke Sembilan dalam penanggalan sebenarnya sudah hari kesepuluh.
          
        Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini