Sejarah
disyariatkannya Puasa ‘Assyura
Puasa ‘Assyura tidak begitu saja disyariatkan
seperti sekarang ini namun terdiri dari beberapa tahapan. Sebagaimana telah
dijelaskan oleh Ibnu Rojab bahwa Puasa ’Assyura
yang dilakukan oleh Nabi SAW terdiri dari 4
keadaan yaitu:
1.
Nabi SAW berpuasa ketika
berada di Makkah tapi beliau
tidak memerintahkan umat muslim
untuk berpuasa
2.
Ketika
tiba di Madinah Nabi SAW
melihat Ahlul Kitab sedang berpuasa dan mengagungkan
hari tersebut.Kemudian beliau ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan mereka dalam perkara yang tidak diperintahkan
baginya.Lalu beliau
memerintahkan kepada kaum muslimin untuk melakukan puasa pada hari ‘Assyura
3.
Ketika diwajibkannya puasa Ramadhan, Nabi SAW mengatakan bahwa siapa yang ingin
berpuasa maka berpuasalah dan jika
tidak ingin berpuasa .
4.
Di akhir umurnya, Nabi SAW bertekad untuk menambah puasa pada hari
ke-9 bulan Muharram untuk memberi selisih kepada ahlul kitab.
Pengertian Puasa ‘Assyura
Puasa
‘Assyura ialah puasa yang
dilakukan pada hari ke-10 pada
bulan Muharram
dan Tasyu’a pada hari ke-9.Dikatakan juga hari ‘Assyura adalah pada hari kesembilan
sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang artinya :
Apabila usia ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada hari kesembilan”
Apabila usia ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada hari kesembilan”
Kita diperintahkan untuk memberi selisih pada puasa ‘assyura dengan puasa sebelumnya yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharram agar membedakan antara kaum muslim dengan kaum yahudi, karena mereka juga melakukan ibadah puasa ‘assyura.
Cara berpuasa pada
Hari ‘Assyura
Secara umum puasa‘Assyura dapat dilakukan dengan beberapa cara dalam pelaksanaannya,diantaranya
ialah
1.
Berpuasa selama 3
hari yaitu pada 9,
10 dan 11 Muharram.
2.
Berpuasa
pada 9 dan 10 Muharram
3.
Berpuasa
selama 2 hari yaitu pada 9 dan 10 Muharram atau pada 10 dan 11 Muharram
4.
Berpuasa
pada 10 Muharram saja
Keutamaan Puasa ‘Assyura
1.
Wujud syukur
kepada Allah yang telah menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman dari
kejahatan orang-orang kafir, yaitu diselamatkannya Nabi Musa dan Harun
‘alaihimas salam bersama Bani Israil dari kejahatan raja Fir’aun dan bala
tentaranya.
2.
Meneladani Nabi
Musa, Harun dan Muhammad ‘alaihimus shalatu was salam, yang berpuasa pada hari
‘Asyura.
3.
Meneladani
para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang melakukan puasa ‘Asyura, bahkan melatih
anak-anak mereka untuk melakukan puasa ‘Assyura.
4.
Menghapuskan
dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya, selama kesyirikan dan dosa-dosa
besar dijauhi.
5.
Puasa
‘Assyura merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan
Sudahlah kita ketahui bahwa puasa ‘Assyura sangatlah
bermanfaat bagi siapapun yang sadar bahwa dirinya tidak luput dari dosa dan
kesalahan. Tentu bagi setiap orang yang bertaqwa akan gemar memohon ampunan Allah. Sebab itulah Allah menyediakan bagi orang-orang bertaqwa,
yaitu ampunan dan surga yang luasnya
seluas langit dan bumi.
Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar