Minggu, 10 Februari 2013

PUASA ‘ASSYURA



 Sejarah disyariatkannya Puasa ‘Assyura



Puasa ‘Assyura tidak begitu saja disyariatkan seperti sekarang ini namun terdiri dari beberapa tahapan. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Ibnu Rojab bahwa Puasa ’Assyura yang dilakukan oleh Nabi SAW terdiri dari 4 keadaan yaitu:
1.       Nabi SAW berpuasa ketika berada di Makkah tapi beliau tidak memerintahkan umat muslim untuk  berpuasa
2.       Ketika tiba di Madinah Nabi SAW melihat Ahlul Kitab sedang berpuasa dan mengagungkan hari tersebut.Kemudian beliau ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan mereka  dalam perkara yang tidak diperintahkan baginya.Lalu beliau memerintahkan kepada  kaum muslimin untuk melakukan puasa pada hari Assyura
3.       Ketika diwajibkannya puasa Ramadhan, Nabi SAW mengatakan bahwa siapa yang ingin berpuasa maka berpuasalah dan jika tidak ingin berpuasa .
4.       Di akhir umurnya, Nabi SAW bertekad untuk menambah puasa pada hari ke-9 bulan Muharram untuk memberi selisih kepada ahlul kitab.

Pengertian Puasa ‘Assyura
Puasa Assyura ialah puasa yang dilakukan pada hari ke-10 pada bulan Muharram dan Tasyu’a pada hari ke-9.Dikatakan juga hari Assyura adalah pada hari kesembilan sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang artinya :
Apabila
usia ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada hari kesembilan”

Kita diperintahkan untuk memberi selisih pada puasa assyura dengan puasa sebelumnya yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharram agar membedakan antara kaum muslim dengan kaum yahudi, karena mereka juga melakukan ibadah puasa assyura.

Cara berpuasa pada Hari ‘Assyura
Secara umum puasa‘Assyura dapat dilakukan dengan beberapa cara dalam pelaksanaannya,diantaranya ialah
1.       Berpuasa selama 3 hari yaitu pada 9, 10 dan 11 Muharram.
2.       Berpuasa pada 9 dan 10 Muharram
3.       Berpuasa selama 2 hari yaitu pada 9 dan 10 Muharram atau pada 10 dan 11 Muharram
4.       Berpuasa pada 10 Muharram saja

Keutamaan Puasa ‘Assyura
1.       Wujud syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman dari kejahatan orang-orang kafir, yaitu diselamatkannya Nabi Musa dan Harun ‘alaihimas salam bersama Bani Israil dari kejahatan raja Fir’aun dan bala tentaranya.
2.       Meneladani Nabi Musa, Harun dan Muhammad ‘alaihimus shalatu was salam, yang berpuasa pada hari ‘Asyura.
3.       Meneladani para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang melakukan puasa ‘Asyura, bahkan melatih anak-anak mereka untuk melakukan puasa ‘Assyura.
4.       Menghapuskan dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya, selama kesyirikan dan dosa-dosa besar dijauhi.
5.       Puasa ‘Assyura merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan

Sudahlah kita ketahui bahwa puasa ‘Assyura sangatlah bermanfaat bagi siapapun yang sadar bahwa dirinya tidak luput dari dosa dan kesalahan. Tentu bagi setiap orang yang bertaqwa akan gemar memohon ampunan Allah. Sebab itulah Allah menyediakan bagi orang-orang bertaqwa, yaitu ampunan dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

 Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar