PUASA SUNNAH SYA'BAN
Puasa sunnah sya'ban ialah puasa yang dilakukan pada bulan sya'ban. Sya'ban merupakan bulan yang berada diantara 2 bulan yaitu bulan rajab dan ramadhan. Puasa sya'ban biasanya dilakukan pada pertengahan bulan atau biasa disebut nisyfu sya'ban. Dan disini saya akan menjelaskan tentang puasa sunnah sya'ban.
Puasa sunnah sya'ban ialah puasa yang dilakukan pada bulan sya'ban. Sya'ban merupakan bulan yang berada diantara 2 bulan yaitu bulan rajab dan ramadhan. Puasa sya'ban biasanya dilakukan pada pertengahan bulan atau biasa disebut nisyfu sya'ban. Dan disini saya akan menjelaskan tentang puasa sunnah sya'ban.
PUASA SUNNAH SYA’BAN
Sya’ban merupakan nama bulan. Dinamakan Sya’ban karena pada bulan tersebut
orang-orang Arab melakukan yatasya’abun
atau berpencar untuk mencari
sumber air. Dan dikatakan
demikian juga karena mereka tasya’ub atau berpisah-pisah dan terpencar
di gua-gua. Dikatakan sebagai
bulan Sya’ban juga karena bulan tersebut sya’aba atau muncul di antara dua bulan yaitu bulan Rajab dan Ramadhan. Dan puasa sunnah sya'ban terdiri dari 3 macam, yaitu:
a.Puasa Nisfu Sya’ban
Puasa Nisfu Sya’ban ialah puasa sehari yang dilakukan
pada pertengahan bulan Sya’ban yaitu pada tanggal 15. Puasa ini sangat terkenal di kalangan umat muslim. Puasa Nisfu Sya’ban dijelaskan dengan rincian berikut, yaitu:
1. Jika seseorang itu berpuasa pada pertengahan bulan Sya’ban dikarenakan memang sudah menjadi kebiasaan pada tiap bulan Hijriah, maka hal tersebut tidak mengapa dan diperbolehkan.
Kebiasaan yag maksudnya ialah bahwasanya orang tersebut mempunyai kebiasaan
berpuasa pada tiap pertengahan bulan hijriah yaitu pada tangal 13, 14 dan 15.
2. Jika seseorang secara khusus atau dengan sengaja mengkhususkan pada
pertengahan bulan Sya’ban
untuk berpuasa sedangkan pada hari-hari lainnya tidak berpuasa, maka hal ini
tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW.
b. Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban
1. “Sesungguhnya Allah
pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya
kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)
2. “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada
malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu
domba Bani Kalb.”(HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
c. puasa sesudah Pertengahan bulan
Sya’ban
Menurut ikhtilaf yang ada dikalangan para Ulama’, mayoritas para ulama’
berpendapat bahwa tidak mengapa puasa setelah pertengahan bulan sya’ban karena tidak
ada dalil yang melarang kaum muslimin untuk berpuasa sesudah pertengahan Sya’ban. Yang dilarang ialah puasa yang mendahului puasa Ramadhan dengan
puasa satu atau dua hari.
Adapun puasa setelah pertengahan Sya’ban hukumnya ialah diperbolehkan.
d. Puasa pada Akhir Bulan Sya’ban
Dalam masalah ini ada
pendapat lain yang mengatakan dalam ringkasannya bahwa
puasa di akhir bulan Sya’ban terdapat 3
keadaan, yaitu:
1. Berpuasa dengan berniat puasa Ramadhan sebagai bentuk
kehati-hatian apabila sudah
masuk bulan Ramadhan. Puasa seperti ini hukumnya ialah haram.
2. Berpuasa dengan niat nadzar atau
mengqadha’ puasa Ramadhan
yang lalu atau membayar kafarah atau yang lainnya. Jumhur ulama membolehkan
yang demikian.
3. Berpuasa
dengan niat puasa sunnah
biasa. Kelompok yang mengharuskan adanya pemisah antara puasa Sya’ban dan puasa Ramadhan dengan berbuka membenci hal
yang demikian, di antaranya ialah Hasan Al-Bashri, meskipun sudah terbiasa berpuasa namun Malik memberikan rukhsah atau keringanan bagi orang yang sudah
terbiasa berpuasa. Asy-Syafi’i, Al-Auzai’, dan Ahmad serta yang lainnya memisahkan antara orang yang terbiasa puasa dengan yang tidak terbiasa.
Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini

postingan yang bagus gan, oh iya visit balik ya gan http://shalat-sunah-tarawih.blogspot.com/
BalasHapus