Minggu, 10 Februari 2013

PUASA TASYU'A

PUASA SUNNAH SYABAN


Puasa tasyu’a ialah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 muharram. Dan tasyu’a berasal dari bahasa Arab tis’ah yang berarti sembilan. Pada tanggal ini kita dianjurkan untuk berpuasa yang bertujuan untuk mengiringi puasa ‘Assyura pada tanggal 10 Muharram agar tidak menyamai puasanya orang yahudi yang berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, beliau berkata, “Ketika Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa padanya, mereka menyampaikan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani.’ Lalu beliau Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sudah wafat.” (HR. Muslim, no. 1916)

Pelajaran yang dapat kita ambil dari riwayat diatas ialah:
1.       Tujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Tasyu’a ialah untuk menunjukkan sikap yang berbeda dengan kaum Yahudi. Karena beliau sangat berantusias untuk memboikot semua perilaku mereka.
2.       Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum sempat melaksanakan puasa ini. Tetapi beliau sudah merencanakannya.Sebagian ulama mengatakan jika ibadah semacam ini disebut dengan istilah sunnah hammiyah yaitu sunnah yang baru dicita-citakan, namun belum terealisasikan sampai beliau meninggal.
3.       Fungsi puasa tasyu’a ialah untuk mengiringi puasa assyura. Sehingga tidak benar jika ada seorang muslim yang hanya berpuasa tasyu’a saja namun harus digabung dengan puasaassyura pada tanggal 10 besoknya.

Niat Puasa Tasyu’a
Nawaitus Shauma fi yaumi tasyu'a sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa pada hari tasyu'a karena Allah Ta'ala

 Tujuan Puasa Tasyu’a
1.      Tujuannya agar membedakan dengan orang-orang yahudi yang hanya puasa pada hari kesepuluh atau ‘assyura. Ibnu Abbas rodhiyallohu 'anhu mengatakan:

Berbedalah kalian semua dengan (apa yang dikerjakan oleh) orang-orang yahudi, dan puasalah pada hari kesembilan dan kesepuluh (dari bulan muharrom)". ( Mushonnaf Abdurroziq, no.7839).
Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam "Fathul Bari" menerangkan bahwa Rasululloh lebih senang mengikuti apa yang dikerjakan oleh orang-orang ahlu kitab yaitu orang nasrani dan yahudi dalam hal-hal yang tidak diperintahkan, terlebih lagi jika hal tersebut berbeda dengan apa yang dikerjakan para penyembah berhala. tetapi semenjak nabi menaklukkan kota makkah dan agama islam semakin semarak beliau tidak lagi senang mengikuti ahlu kitab, sebaliknya beliau senang jika mengerjakan hal yang berbeda dengan yang mereka kerjakan.
2.      Tujuan puasa tasyu'a ialah supaya puasa assyuro' tidak dikerjakan secara tersendiri, sebagaimana puasa pada hari jum'at yang dilarang untuk dikerjakan tanpa mengerjakan puasa sebelum atau sesudahnya.
3.      Tujuannya untuk bersikap kehati-hatian dalam pelaksanaan puasa ‘Assyura, dikhawatirkan hilal berkurang sehingga terjadi kesalahan dalam menetapkan hitungan, hari ke Sembilan dalam penanggalan sebenarnya sudah hari kesepuluh.
          
        Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini


1 komentar:

  1. postingan yang bagus gan, oh iya visit balik ya gan http://shalat-sunah-awwabin.blogspot.com/

    BalasHapus